Ruthless People oleh J.J. McAvoy [Resensi]

 


RUTHLESS PEOPLE

Penulis: J.J. McAvoy

Status: buku pertama dari seri Ruthless People

Bahasa: Inggris

Rating: Dewasa 21+

Genre: dark romance, action, mafia romance

Sumber: bisa dibeli di Google Playbook

 

Gue baca novel ini dari rekomendasi Aranindy (penulis di Wattpad). Waktu itu gue emang mau bacaan novel dark romance yang ML (male lead) dan FL (female lead) itu sama-sama keji, bukan yang ML adalah kriminal sedangkan FL adalah gadis baik hati. Dan Aranindy kasih rekomendasi seri novel Ruthless People ini. Ada seri novel lain yang dia rekomendasi, yakni seri “Kiss of Death” oleh LP Lovell, tapi itu belum gue baca.

Ruthless People berkisah tentang Liam, anak dari keluarga Callahan yang merupakan mafia terbesar di sisi Barat Amerika Serikat, yang dijodohkan dengan Melody Giovanni, putri dari keluarga mafia besar di Italia. Liam mengira bahwa Melody itu adalah putri mafia pada umumnya, yang dibesarkan dengan tak tahu banyak soal sisi gelap mafia. Tapi setelah bertemu, dia baru tahu bahwa Melody ternyata adalah bos mafia yang sudah lama menggantikan ayahnya, tapi bekerja di balik bayangan.

Melody itu kayak Liam versi cewek; sama-sama keji, cerdik, tanpa ampun, haus darah, dominan, dan memiliki kesabaran setipis tisu. Plotnya oke, jelas, penokohannya juga solid. Tapi gue pas awal-awal baca ngerasa kurang cocok sama gaya nulisnya yang … nggak elegan. Cerita memakai sudut pandang orang pertama, bergantian antara Melody dan Liam, serta beberapa tokoh sampingan lainnya. Karena tokoh utamanya adalah Melody dan Liam, banyak umpatan yang mewarnai narasi dan dialog dalam cerita. Mungkin wajar(?) karena mereka adalah mafia dengan kesabaran setipis tisu, makanya dibuat sering mengumpat berkali-kali dalam narasi dan dialog. Dan gue sadar kok ini masalah selera aja.

(Secara personal, gue tahu umpatan bisa digunakan untuk menekankan suatu konteks kalimat. Tapi kalau hampir tiap paragraf ada umpatan, menurut gue jatuhnya jadi menganggu karena mengurangi kelugasan paragraf yang disampaikan.)

Ceritanya bertempo cepat. Tokoh Liam pun jatuh cinta dengan cepat ke Melody, sedangkan Melody butuh proses untuk menerima perasaannya dan mengakui dia jatuh cinta ke Liam. Their love is high with Eros. Di tengah itu, ada plot mengenai mafia lain yang jadi musuh mereka bersama. Plot ini cukup well written.

Tapi, menurut gue paling menarik dari cerita ini adalah tokoh-tokoh sampingan cewek, spesifiknya Olivia dan Coraline. Jadi ceritanya, Liam itu punya kakak namanya Neal, dan sepupu namanya Declan, keduanya udah pada nikah. Neal punya istri namanya Olivia, sedangkan Declan berisitrikan Coraline.

Di paruh awal bukunya, sosok Olivia itu digambarkan sebagai cewek cantik ala Barbie yang udah operasi plastik dan dangkal, karena menghabiskan uang Neal untuk belanja dan jadi sosialita. Sedangkan Coraline menghabiskan uang Declan dengan kegiatan amal. Pas bagian-bagian akhir, barulah mulai tersingkap bahwa Olivia itu pernah diperkosa, dan Coraline itu beramal because that is the way she copes with Declan being a mafia.

Di buku kedua, Melody bantuin Olivia menghadapi rasa takutnya dengan membawa salah satu pemerkosa Olivia ke hadapan Olivia langsung. Dan atas permintaan Coraline, Melody pun menyuruh asistennya untuk melatih Coraline biar nggak jadi cewek penakut. Gue suka bagaimana tokoh-tokoh yang awalnya terlihat remeh dan terkesan ditulis hanya sebagai two dimensional characters justru diperdalam dan dibuat lebih ada layer penokohannya.

Gue membaca buku ini pas gue lagi nulis naskah action and dark romance gue yang berjudul Sarhad. Ceritanya jadi salah satu referensi menulis gue, walau memang tidak kasih pengaruh banyak ke dalam cerita, berhubung ceritanya udah setengah jalan gue tulis saat itu. Tapi berguna buat jadi patokan dark romance yang baik FL dan ML sama-sama fucked up itu kayak gimana.

Komentar